Home / Lintas Kalimantan / Sintang / Dorong Pemerataan, Andreas Gencar Suarakan Pemekaran Kapuas Raya

Dorong Pemerataan, Andreas Gencar Suarakan Pemekaran Kapuas Raya

SINTANG – Andreas, sosok muda dari Sintang yang dikenal dengan julukan “Panglima Asap”, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pemekaran wilayah Kapuas Raya. Ia menilai pembentukan provinsi baru tersebut sebagai langkah penting untuk menjawab tantangan pembangunan yang belum merata di Kalimantan Barat.

Melalui berbagai forum dan kegiatan, Andreas terus menyampaikan pentingnya realisasi Kapuas Raya sebagai daerah otonomi baru. Ia berpendapat bahwa ketimpangan pembangunan yang terjadi selama ini membutuhkan solusi konkret, salah satunya melalui pemekaran wilayah administratif.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalimantan Barat yang luas menjadi kendala dalam pemerataan pembangunan. Dengan terbentuknya provinsi baru, menurutnya, pengelolaan pemerintahan akan menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.

Andreas juga menekankan bahwa banyak daerah di pedalaman masih memerlukan perhatian lebih, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan akses layanan dasar. Oleh karena itu, ia melihat pemekaran sebagai upaya strategis untuk mempercepat kemajuan daerah.

Selain dikenal aktif dalam isu lingkungan, Andreas kini semakin fokus mengawal agenda pemekaran wilayah. Julukan “Panglima Asap” yang disematkan kepadanya mencerminkan peran aktifnya dalam berbagai gerakan sosial di daerah.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan dalam mendukung perjuangan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat penting agar aspirasi ini dapat terus diperjuangkan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap usulan pembentukan Kapuas Raya. Dialog yang terbuka dinilai menjadi kunci dalam menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan nasional.

Dukungan terhadap pemekaran ini juga terus berkembang di tingkat lokal. Berbagai elemen masyarakat mulai menunjukkan sikap yang sama, yakni mendorong terbentuknya provinsi baru demi meningkatkan kesejahteraan. Andreas memastikan dirinya akan terus menyuarakan hal ini hingga mendapatkan respons nyata dari pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *