Home / Lintas Kalimantan / Sintang / Pemkab Sintang Catat Peningkatan Signifikan Status Desa Menuju Kemandirian

Pemkab Sintang Catat Peningkatan Signifikan Status Desa Menuju Kemandirian

SINTANG — Pemerintah Kabupaten Sintang mencatat perkembangan positif dalam pembangunan desa di wilayahnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat, menyampaikan hal ini berdasarkan data terbaru terkait klasifikasi dan Indeks Desa Membangun (IDM).

Berdasarkan klasifikasi umum, saat ini terdapat 241 desa berstatus swadaya, 125 desa swakarsa, dan 24 desa swasembada. Klasifikasi ini menunjukkan tingkat kemandirian serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Mayoritas desa di Sintang masih berada pada kategori swadaya, namun jumlah desa swakarsa dan swasembada terus meningkat seiring kemajuan pembangunan dan tumbuhnya kemandirian masyarakat,” ujar Yasser Arafat, Selasa (24/3/2026).

Sementara itu, menurut IDM, Kabupaten Sintang kini tidak memiliki desa yang masuk kategori sangat tertinggal maupun tertinggal. Saat ini tercatat 184 desa berstatus berkembang, 93 desa maju, serta 113 desa mandiri. Data tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan dalam pembangunan desa, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Yasser menekankan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat. Pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran juga menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mempercepat pembangunan desa secara merata, melalui peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, dan penguatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada desa-desa, agar lebih banyak wilayah yang mampu naik status menjadi desa maju dan mandiri. Dengan strategi ini, kualitas pembangunan desa diharapkan terus meningkat dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *