SINTANG – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi tantangan dalam hal pemerataan. Hingga kini, program tersebut belum menjangkau Desa Batu Netak di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.
Kepala Desa Batu Netak, Marsah, menyampaikan bahwa masyarakat setempat belum menerima manfaat dari program nasional tersebut. Ia menilai kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat kebutuhan gizi anak-anak di daerah pedalaman cukup tinggi.
Marsah menjelaskan bahwa hambatan geografis menjadi salah satu faktor utama belum tersalurnya program MBG. Selain itu, keterbatasan sarana transportasi dan kondisi ekonomi warga juga turut mempengaruhi distribusi bantuan pangan bergizi.
Menurutnya, kebijakan pemerintah seharusnya memberikan prioritas kepada wilayah dengan akses terbatas dan tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Dengan demikian, program MBG dapat benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan distribusi program berjalan efektif hingga ke pelosok desa. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
Lebih lanjut, Marsah berharap adanya kejelasan terkait jadwal pelaksanaan dan mekanisme penyaluran program di wilayahnya. Hingga berita ini disampaikan, belum ada informasi resmi dari pihak terkait mengenai realisasi MBG di Kecamatan Kayan Hilir.
Masyarakat Desa Batu Netak pun terus berharap agar program ini segera terealisasi. Mereka menilai MBG sebagai langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan, khususnya di wilayah pedalaman.














