SINTANG – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sintang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Kamis (9/4/2026), menjadi panggung penting bagi Kepala Bappeda Sintang, Kurniawan, untuk kembali menyoroti pembangunan Jembatan Kapuas 2 di wilayah Ketungau.
Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa proyek infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam membuka keterhubungan kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia.
Kurniawan menyebutkan bahwa selama ini masyarakat di wilayah perbatasan masih menghadapi keterbatasan akses yang berdampak pada lambatnya pergerakan ekonomi lokal dan distribusi barang kebutuhan.
Ia menilai keberadaan jembatan akan menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar arus transportasi serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan tersebut.
Selain itu, Jembatan Kapuas 2 juga diharapkan dapat memperkuat peran Kabupaten Sintang sebagai wilayah strategis yang berada di beranda depan negara dalam konteks hubungan lintas batas.
Menurut Kurniawan, pengajuan dukungan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan langkah penting agar pembangunan tidak tertunda dan dapat segera masuk tahap realisasi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi menjadi kunci utama dalam memastikan proyek-proyek strategis seperti ini dapat berjalan sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal masa depan ekonomi masyarakat perbatasan yang selama ini sangat bergantung pada akses transportasi yang terbatas,” ujarnya.
Musrenbang sendiri merupakan forum tahunan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelaraskan usulan pembangunan dari tingkat desa hingga kabupaten sebelum dibawa ke tingkat provinsi dan nasional.
Kurniawan berharap agar hasil Musrenbang tahun ini dapat memberikan prioritas nyata terhadap pembangunan Jembatan Kapuas 2 sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan di kawasan perbatasan Kabupaten Sintang.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur strategis seperti ini akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah serta memperkuat hubungan ekonomi lintas batas secara berkelanjutan.














