Home / Lintas Kapuas Raya / ASN Banyak, Tapi Tidak Merata: Sintang Hadapi Tantangan Distribusi dan Pensiun

ASN Banyak, Tapi Tidak Merata: Sintang Hadapi Tantangan Distribusi dan Pensiun

SINTANG – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Witarso, menyampaikan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sintang sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan secara kuantitatif.

Namun, menurutnya, tantangan utama yang dihadapi bukan pada jumlah, melainkan pada distribusi yang belum merata serta tingginya angka pensiun pegawai setiap tahunnya.

“Kalau bicara soal kebutuhan ASN secara keseluruhan, jumlah kita sudah lebih dari cukup. Saat ini total ASN di Kabupaten Sintang sekitar 6.000 orang, walau memang angkanya bisa berubah karena ada yang mutasi dan pensiun,” jelas Witarso.

Ia menambahkan, dengan adanya pengangkatan ASN baru yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK), serta penambahan pegawai melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maka jumlah ASN di Kabupaten Sintang terus mengalami peningkatan.

“Kalau dilihat dari sisi jumlah, kami tidak kekurangan. Tapi distribusi pegawai yang belum merata di sejumlah instansi serta gelombang pensiun yang terus berlangsung menjadi persoalan tersendiri,” ujarnya.

Witarso menjelaskan bahwa kekosongan tenaga kerja di beberapa instansi pemerintah terutama dipicu oleh banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya.

“Mayoritas yang pensiun adalah PNS, dan jumlahnya cukup signifikan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa rata-rata setiap tahun terdapat sekitar 200 hingga 230 ASN yang pensiun di Kabupaten Sintang. Tanpa adanya rekrutmen CPNS dari formasi umum dalam beberapa tahun, hal ini akan berdampak pada kekosongan di berbagai unit kerja.

“Kalau selama tiga tahun berturut-turut tidak ada rekrutmen CPNS umum, maka otomatis akan muncul banyak kekosongan karena angka pensiun kita cukup tinggi,” terangnya.

Lebih jauh, Witarso juga menjelaskan bahwa distribusi ASN saat ini masih terkonsentrasi di dua sektor utama, yakni pendidikan dan kesehatan.

“Sebagian besar CPNS kita tersebar di bidang pendidikan dan tenaga medis,” tutupnya.

(Rilis Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *