SINTANG, RKR – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, menegaskan pentingnya memberikan ruang yang luas bagi anak-anak untuk berkreasi dan menyalurkan bakat seni mereka. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri lomba melukis yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Sintang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Seni (FKMS) sebagai rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival 2025.
Acara yang berlangsung pada Selasa (11/11) tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar dan menengah di wilayah Sintang. Sejak pagi, area lomba sudah dipenuhi anak-anak yang tampak antusias memainkan kuas, cat, dan palet warna-warni. Beragam tema yang menggambarkan keindahan alam, budaya lokal, hingga ikon wisata Sintang dituangkan dengan imajinasi bebas di atas kanvas.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak kita. Ini bukti bahwa generasi muda Sintang punya potensi luar biasa,” ujarnya penuh semangat.
Menurutnya, kegiatan seni seperti lomba melukis bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pendidikan karakter. Anak-anak dilatih untuk fokus, sabar, teliti, serta menghargai hasil karya sendiri maupun karya orang lain. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk membentuk pribadi yang kreatif, percaya diri, dan berdaya saing.
“Lewat seni, mereka belajar ketelitian, kesabaran, dan menghargai hasil karya sendiri. Ini pembelajaran yang mungkin tidak mereka dapatkan di kelas formal,” tambahnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, juga menilai tema yang diusung panitia sangat tepat, yaitu mengenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah sejak usia dini. Ketika anak-anak terbiasa mengamati keindahan lingkungan di sekitarnya, mereka akan tumbuh dengan rasa cinta daerah dan kepedulian yang lebih tinggi terhadap pelestarian budaya lokal.
“Tema yang diangkat sangat relevan. Kita ingin anak-anak mengenal daerahnya, mencintainya, lalu mengekspresikannya melalui karya,” ujarnya.
Ke depan, Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi bisa menjadi agenda tahunan bahkan diperluas ke bidang seni lainnya seperti musik, tari, kerajinan tangan, dan seni digital. Menurutnya, anak-anak Sintang memiliki bakat besar yang hanya perlu disediakan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
“Anak-anak butuh ruang positif untuk berkembang. Pemerintah dan DPRD siap mendukung kegiatan kreatif seperti ini. Semoga ke depan semakin banyak program yang memberikan panggung bagi generasi muda kita,” tutup Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang tersebut.














