SINTANG – Menyambut arus mudik tahun 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang mengambil langkah proaktif dengan mendukung pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik. Inisiatif ini bertujuan menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang nyaman dan aman bagi para pelaku perjalanan, (Senin, 16/3).
Kepala Kemenag Sintang, Hasib Arista, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan program tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi nasional yang dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia secara virtual.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan masjid yang tersebar di sepanjang jalur mudik memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung perjalanan. Tidak hanya sebagai tempat beribadah, masjid juga bisa menjadi ruang istirahat sementara bagi pemudik.
Menurutnya, program ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena menghadirkan layanan yang langsung dirasakan manfaatnya. Oleh sebab itu, pihak Kemenag akan memastikan kesiapan seluruh elemen pendukung di tingkat daerah.
Langkah koordinasi akan melibatkan KUA, penyuluh agama, serta pengurus masjid agar fasilitas yang tersedia memenuhi standar kenyamanan. Kebersihan lingkungan masjid, ketersediaan air bersih, hingga ruang istirahat menjadi fokus utama dalam persiapan tersebut.
Program ini merupakan bagian dari konsep Mudik 2026 bertema “MENYALA”, yang menitikberatkan pada perjalanan yang aman, lancar, serta memberikan rasa nyaman dan ketenangan bagi masyarakat.
Hasib berharap program ini mampu memperkuat peran sosial masjid di tengah masyarakat. Selain sebagai pusat ibadah, masjid juga diharapkan menjadi tempat pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan pemudik.
Dengan persiapan yang matang, masjid di Kabupaten Sintang diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.














