Home / Lintas Kalimantan / Sintang / Sosialisasi Humanis Aparat Berhasil Hentikan Aktivitas PETI di Bantaran Sungai Sintang

Sosialisasi Humanis Aparat Berhasil Hentikan Aktivitas PETI di Bantaran Sungai Sintang

SINTANG – Aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Kecamatan Sintang mulai ditertibkan melalui pendekatan edukatif. Polres Sintang bersama unsur TNI, Satpol PP, dan pemerintah setempat menggelar sosialisasi kepada para penambang di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang berlangsung di Mapolsek Sintang Kota pada pukul 14.30 WIB. Apel tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Sintang Kompol Dedy Fahrudin Siregar dan diikuti oleh sejumlah pejabat kepolisian, personel TNI, serta aparatur pemerintah daerah.

Setelah apel, tim bergerak menuju lokasi yang menjadi sasaran utama, yakni kawasan Jalan Masuka Satu. Wilayah ini diketahui menjadi salah satu titik maraknya aktivitas PETI yang dikhawatirkan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan keselamatan warga.

Dalam sosialisasi tersebut, aparat memberikan penjelasan terkait bahaya yang ditimbulkan dari praktik tambang ilegal. Mulai dari risiko bencana alam seperti longsor dan banjir, hingga pencemaran sungai yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat represif, melainkan lebih mengedepankan dialog dan edukasi. Hal ini bertujuan agar para penambang memahami konsekuensi dari aktivitas mereka dan secara sukarela menghentikannya.

Menurut Kompol Dedy Fahrudin Siregar, kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang khawatir terhadap aktivitas PETI di jalur sungai yang berpotensi membahayakan pengguna transportasi air.

Hasilnya, masyarakat menunjukkan sikap kooperatif dan bersedia menghentikan kegiatan tambang ilegal. Aparat juga berharap peralatan yang digunakan dapat segera dipindahkan dari kawasan permukiman.

Ke depan, sosialisasi serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam menjaga kelestarian Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai pada pukul 15.30 WIB. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *