Home / Legislatif / Pelatihan Pengurus KMP Dinilai Langkah Strategis Dorong Reformasi Koperasi di Sintang

Pelatihan Pengurus KMP Dinilai Langkah Strategis Dorong Reformasi Koperasi di Sintang

SINTANG, RKR – Pelatihan pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong reformasi kelembagaan koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi masa kini.

Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) koperasi merupakan fondasi utama untuk mewujudkan koperasi yang modern, transparan, dan profesional. Ia menyebut pelatihan tersebut bukan hanya sebatas peningkatan kemampuan administratif, tetapi bagian dari upaya menyeluruh dalam membangun kultur koperasi yang sehat dan berdaya saing.

“Ini bukan sekadar pelatihan administratif, tetapi bagian dari proses membangun koperasi yang berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global. SDM yang kuat akan melahirkan tata kelola yang baik dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi,” ujarnya saat wawancara belum lama ini.

Pelatihan yang berlangsung selama 28 hari tersebut menghadirkan berbagai materi penting yang mencakup tata kelola organisasi, manajemen keuangan yang akuntabel, digitalisasi layanan, hingga strategi pengembangan usaha anggota.

Menurutnya kurikulum komprehensif tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membina koperasi dari tingkat paling dasar. Ia menilai pembinaan yang tepat sasaran akan membantu koperasi menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

“Saat ini kita berbicara tentang koperasi yang tidak hanya mengumpulkan simpanan dan memberikan pinjaman, tetapi koperasi yang mampu mengelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, serta menjadi wadah ekonomi anggota yang inovatif,” tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa, juga menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan setelah pelatihan selesai. Menurutnya, keberhasilan program seperti ini sangat bergantung pada penerapan materi dalam praktik pengelolaan koperasi sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa pelatihan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari pembenahan yang harus terus diikuti dengan pengawasan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas lanjutan.

“Kita ingin pelatihan ini menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar formalitas. Pengurus harus menerapkan ilmu yang diperoleh agar koperasi benar-benar tumbuh, sehat, dan bisa menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Santosa berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di Kabupaten Sintang. Dengan pengurus yang kompeten dan manajemen yang profesional, KMP diharapkan menjadi pelopor transformasi koperasi menuju era yang lebih adaptif dan modern.

“Kalau pengurusnya kompeten, maka koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya. Saya berharap KMP mampu memotivasi koperasi lain untuk berbenah dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada anggotanya,” tutupnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan koperasi di Sintang, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *