SINTANG – Penerapan sistem Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sintang mendapat sorotan dari Anggota DPRD, Juni. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
Menurut Juni, WFH seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan efisiensi kerja dan memberikan fleksibilitas bagi ASN. Namun, hal itu harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
“WFH bukan berarti bebas dari kewajiban. ASN tetap harus fokus bekerja, bukan justru menghabiskan waktu di luar untuk hal yang tidak produktif,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat masih sangat bergantung pada pelayanan pemerintah, baik dalam hal administrasi, perizinan, maupun program pembangunan. Oleh karena itu, perubahan sistem kerja tidak boleh berdampak pada kualitas layanan publik.
Juni menilai, ASN perlu memanfaatkan waktu WFH dengan kegiatan yang mendukung kinerja, seperti menyelesaikan pekerjaan administratif, melakukan koordinasi secara daring, hingga meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran pimpinan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan WFH. Dengan adanya kontrol yang jelas, setiap pegawai diharapkan tetap bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, kebijakan WFH berpotensi disalahgunakan sehingga merugikan masyarakat yang membutuhkan layanan.
“Pengawasan harus diperkuat agar ASN tetap disiplin, baik bekerja dari kantor maupun dari rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa integritas menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. ASN dituntut untuk tetap menjaga etika kerja dan memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi apa pun.
Juni berharap penerapan WFH di Sintang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata, baik bagi pegawai maupun masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dijaga melalui kinerja yang konsisten.
Dengan komitmen yang kuat, ia optimistis ASN dapat tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun dengan sistem kerja yang lebih fleksibel.













