SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang menghentikan penjagaan di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) setelah program edukasi mengenai aturan jam buang sampah dinilai berhasil. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah sesuai jadwal disebut mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir.
Kepala DLH Sintang, Siti Musrikah, menjelaskan bahwa pengawasan di TPS dilakukan selama kurang lebih 20 hari sebagai bagian dari upaya pendekatan kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, petugas ditempatkan di sejumlah titik guna memberikan penjelasan langsung mengenai waktu pembuangan sampah yang benar.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya disiplin dalam pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan bersama.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa membuang sampah tepat waktu sangat berpengaruh terhadap kebersihan lingkungan. Karena itu, selama penjagaan berlangsung petugas juga aktif memberikan edukasi kepada warga,” katanya.
Siti mengatakan, hasil dari kegiatan tersebut cukup positif. Banyak warga mulai terbiasa membuang sampah sesuai jadwal yang ditentukan sehingga kondisi TPS menjadi lebih tertib dan tidak lagi dipenuhi tumpukan sampah berlebihan.
Ia menilai perubahan ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan edukasi langsung kepada masyarakat mampu memberikan dampak nyata terhadap perilaku warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Walaupun pengawasan resmi di TPS telah dihentikan, DLH Sintang memastikan monitoring tetap dilakukan secara berkala. Pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan masyarakat tetap disiplin mematuhi aturan.
Apabila masih ditemukan pelanggaran, pihak DLH akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku. Penegakan aturan dinilai penting agar kesadaran yang sudah terbentuk tidak kembali menurun.
Selain pengawasan, DLH juga mengimbau masyarakat agar terus mempertahankan kebiasaan baik dalam membuang sampah pada waktu yang telah ditetapkan. Menurut Siti, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan warga dapat terus terjalin dengan baik sehingga lingkungan di Kabupaten Sintang tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali oleh seluruh masyarakat.














