SINTANG, RKR — Ramainya tempat permainan bola sodok atau bilyar yang mulai beroperasi hingga larut malam di sejumlah titik di Kabupaten Sintang mulai menimbulkan perhatian publik. Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa, menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat agar lokasi bilyar tidak menjadi ruang pergaulan negatif bagi anak-anak muda.
Ia mengatakan bahwa bilyar merupakan aktivitas positif jika dimainkan pada jam yang wajar dan pengawasan memadai. Namun, jika dibiarkan terbuka hingga tengah malam tanpa batasan usia pemain, tempat bilyar dapat menjadi ruang rawan yang berpotensi memicu perilaku negatif seperti perjudian dan konsumsi minuman keras.
“Saya ingin mengingatkan pemilik usaha dan masyarakat. Anak-anak sekolah yang bermain hingga malam itu sangat berbahaya. Ada risiko tawuran, perjudian, hingga penyimpangan lainnya. Harus ada batas waktu operasional yang jelas,” tegasnya, Senin (17/11/2025).
Ia meminta pemerintah daerah melalui Satpol PP dan pihak keamanan melakukan inspeksi rutin dan penertiban bila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, pelaku usaha harus memahami tanggung jawab sosial untuk menjaga lingkungan usaha tetap aman.
Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa, juga menyerukan peran orang tua untuk aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Ia menilai banyak kasus penyimpangan berawal dari kurangnya kontrol keluarga terhadap waktu luang anak.
“Keluarga adalah benteng utama. Kalau anak pulang larut malam dan alasan bermain bilyar dibiarkan begitu saja, itu sangat berbahaya. Mari kita jaga bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak pemuda untuk memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif. Menurutnya, generasi muda harus lebih banyak diarahkan pada kegiatan produktif, seperti olahraga, organisasi, dan pengembangan bakat.
Ia yakin bahwa penyediaan alternatif kegiatan positif akan membantu menekan berbagai potensi masalah sosial. Ia mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk membuat program pembinaan pemuda dan menyediakan fasilitas olahraga yang mudah diakses.
“Kalau pemerintah menyediakan ruang yang positif, anak-anak kita pasti memilih kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Ini investasi untuk masa depan daerah,” pungkasnya.














