SINTANG, RKR — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, menilai bahwa pengembangan kerajinan lokal memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kerajinan tradisional yang khas dapat menjadi daya tarik penting bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya otentik di luar destinasi wisata alam.
Dalam pernyataannya, Ia menyebut bahwa tren wisata berbasis budaya semakin digemari baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Produk kerajinan seperti tenun tradisional Dayak, ukiran motif etnik, dan anyaman rotan, kata dia, bukan hanya bentuk seni, tetapi juga identitas budaya yang layak dipromosikan sebagai bagian dari paket wisata terpadu bersama atraksi alam dan kuliner lokal.
“Untuk memajukan pariwisata, kita harus menyajikan identitas budaya yang kuat, dan kerajinan lokal adalah bagian penting dari itu. Produk-produk ini bisa menjadi oleh-oleh khas yang membawa nama Sintang ke luar daerah,” ujar Juni, Kamis (20/11/2025).
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kreatif berbasis kerajinan. Menurutnya, kemampuan anak muda dalam pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial dapat mendorong peningkatan visibilitas produk budaya Sintang ke pasar nasional dan global. Konten kreatif, promosi visual, serta strategi branding dinilai sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan masa kini.
Selain itu, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mengusulkan penyelenggaraan event rutin seperti festival UMKM, pameran budaya, dan workshop kreatif sebagai sarana memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas budaya. Ia menilai langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem pariwisata daerah sekaligus membuka kesempatan usaha baru di sektor ekonomi kreatif.
“Jika kerajinan lokal terhubung dengan industri pariwisata, maka dampaknya akan sangat luas. Ekonomi bergerak, budaya terjaga, dan citra daerah meningkat,” tambahnya.
Politisi dari partai Gerindra tersebut berharap pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur pariwisata dan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan sentra pemasaran kerajinan di lokasi strategis. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata pada akhirnya harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan. Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pelaku yang aktif mengembangkan ekonomi kreatif dan membawa nama Sintang lebih dikenal,” pungkasnya.
Dengan langkah terencana dan kolaboratif, ia optimistis Sintang dapat tampil sebagai destinasi wisata budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional.














