Home / Legislatif / Pembongkaran Kanopi Harus Ada Solusi

Pembongkaran Kanopi Harus Ada Solusi

RADARKAPUASRAYA.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang meminta para pemilik ruko di seputaran pasar Sungai Durian untuk membongkar Kanopi secara mandiri.

Akan tetapi kebijakan tersebut tidak langsung diterima oleh para pedagang pasar, mereka meminta harus ada solusi kongkrit yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lim Hie Soen belum lama ini.

“Para pedagang pasar mengeluhkan kebijakan yang meminta pemilik ruko untuk membongkar kanopi secara mandiri, namun para pedagang juga tidak serta merta menolak, tapi harus ada solusi yang tepat,” ucapnya.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini mengatakan bahwa keberadaan Kanopi sangat penting untuk melindungi barang dari hujan maupun sinar matahari, maka pedagang keberatan untuk membongkar jika tidak ada solusi yang konkrit dari pemerintah daerah.

“Peran Kanopi ini sangat penting untuk melindungi barang dari hujan maupun panas maka pemerintah harus mencari solusi terhadap permasalahan pembongkaran Kanopi yang dikeluarkan oleh para pedagang pasar ini,” pinta Lim Hie Soen.

Dikatakannya jika pembongkaran kanopi untuk alasan keindahan maka para pedagang pasar tidak keberatan membongkar, namun pemerintah juga harus membangun baru yang seragam.

“Pada intinya Kanopi yang baru tidak boleh melanggar aturan, oleh karenanya masyarakat tetap meminta kanopi harus tetap ada, karena peran yang sangat dibutuhkan oleh para pedagang pasar,” tuturnya.

Lim Hie Soen juga mengatakan bahwa aspirasi dari masyarakat ini akan dirinya sampaikan kepada pemerintah daerah supaya ada solusi yang tepat.

“Ini penting agar masyarakat juga tidak merasa dirugikan apalagi tadi disebutkan bahwa keberadaan Kanopi ini sangat penting, pada intinya kita akan tetap mengawal aspirasi dari masyarakat ini,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *