SINTANG – Upaya peningkatan kesejahteraan petani sawit mandiri kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sintang. Anggota dewan, Markus Jembari, menilai perlunya intervensi pemerintah daerah dalam menyediakan bibit unggul serta pupuk bersubsidi bagi para petani.
Ia menyampaikan bahwa selama ini petani sawit mandiri memainkan peran penting dalam menopang ekonomi lokal. Namun, berbagai keterbatasan masih mereka hadapi, terutama terkait akses terhadap kebutuhan dasar dalam kegiatan perkebunan.
Markus mengungkapkan bahwa tingginya harga pupuk di pasaran menjadi salah satu kendala utama yang sering dikeluhkan petani. Selain itu, sulitnya memperoleh bibit berkualitas juga berdampak pada rendahnya produktivitas hasil panen.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi nyata melalui program bantuan yang tepat sasaran. Dengan adanya bibit unggul, petani dapat meningkatkan kualitas tanaman mereka, sementara pupuk bersubsidi akan membantu mengurangi beban biaya produksi.
Ia juga menekankan pentingnya sistem pendataan yang akurat agar distribusi bantuan tidak meleset. Verifikasi lapangan dan pengawasan dinilai perlu dilakukan secara rutin untuk mencegah potensi penyimpangan.
Tidak hanya itu, Markus turut mendorong adanya edukasi berkelanjutan bagi petani. Program pendampingan dianggap penting agar petani memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola kebun secara efektif dan berkelanjutan.
Ia menilai, peningkatan kapasitas petani akan berdampak langsung pada hasil produksi serta daya saing mereka di pasar. Dengan demikian, sektor perkebunan sawit dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Markus berharap pemerintah daerah segera merespons usulan tersebut dengan langkah nyata, sehingga petani sawit mandiri di Sintang dapat berkembang lebih mandiri dan sejahtera.














