Home / Legislatif / Sampah Menumpuk di Kawasan Hutan Wisata Baning, Nikodemus Kritik Lambannya Penanganan

Sampah Menumpuk di Kawasan Hutan Wisata Baning, Nikodemus Kritik Lambannya Penanganan

SINTANG – Penumpukan sampah kembali terlihat di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan Hutan Wisata Baning, Kabupaten Sintang. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat dan mengundang perhatian Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikoedmus, yang menilai penanganan dari pihak terkait masih berjalan lambat.

Ia menegaskan bahwa Hutan Wisata Baning merupakan destinasi penting bagi warga Sintang, bukan hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai kawasan konservasi dan paru-paru kota.

Oleh sebab itu, kebersihan di sekitar lokasi seharusnya menjadi prioritas utama. Namun, tumpukan sampah yang menggunung di TPS dekat area wisata tersebut dinilai dapat merusak suasana dan mencemari lingkungan sekitar.

“Saya melihat kondisi TPS di kawasan Hutan Wisata Baning sudah cukup memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, hal ini bukan hanya mengganggu pengunjung, tetapi juga membahayakan kelestarian lingkungan,” ujar Nikoedmus, Jumat (21/11/2025).

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang untuk bergerak cepat dalam menindaklanjuti persoalan ini. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa dijalankan secara musiman atau menunggu situasi memburuk, melainkan harus dirancang dengan sistem yang berkelanjutan dan terjadwal.

“Kita mengharapkan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dan terencana. Armada harus ditambah bila diperlukan, begitu juga dengan jumlah petugas. Koordinasi dengan masyarakat sangat penting agar penanganan sampah optimal, khususnya di kawasan wisata seperti Baning,” tegasnya.

Selain penanganan teknis, Nikoedmus menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat maupun pengunjung agar lebih disiplin membuang sampah. Ia meyakini bahwa partisipasi publik menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata.

“Pengelolaan sampah selama ini masih belum berjalan maksimal. Perlu kerja bersama antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat agar masalah ini tidak terus berulang,” tambahnya.

Ia juga mendorong penerapan inovasi, seperti sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta pengelolaan terpadu untuk sampah organik dan anorganik. Dengan pendekatan yang lebih modern dan terencana, kawasan Hutan Wisata Baning diharapkan dapat kembali terjaga kebersihannya.

Nikoedmus menutup keterangannya dengan harapan agar Dinas Lingkungan Hidup segera memberikan solusi konkret, sehingga persoalan penumpukan sampah dapat diatasi secara permanen dan citra Hutan Wisata Baning sebagai ikon wisata Sintang tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *